Total Tayangan Halaman

Selasa, 06 Juni 2017

Dosa Besar "TAKHBIB"...Apa itu?

Di antara dosa besar atau kesalahan fatal yang barangkali jarang disadari atau diketahui oleh umat Islam adalah dosa takhbib. Dosa ini memang jarang dibahas di ceramah atau pengajian.

Apa itu TAKHBIB?

مَنْ خَبَّب زوجة امرئ أي خدعها وأفسدها أو حسن إليها الطلاق ليتزوجها أو يزوجها لغيره أو غير ذلك


"Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang (maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya)". (Aunul Ma’bud, 14/52).


Sedangkan Imam Adz-Dzahabi mendefinisikan takhbib sebagai berikut:

إفساد قلب المرأة على زوجها


”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209).

Dapat difahami, bahwa takhbib adalah perbuatan menggoda atau merayu istri orang lain agar wanita tersebut menjauh dari suaminya, atau benci dengan suaminya atau bahkan minta cerai dengan suaminya.

Seorang laki-laki yang melakukan takhbib, ia akan menjadi penyebab percerian dan kerusakan rumah tangga seorang wanita dengan suaminya. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini. Di antaranya dapat kita lihat dalam hadits-hadits berikut:

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا


”Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)

2. Hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا


”Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dari umatku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Barangkali ada wanita yang sedang bermasalah dengan suaminya, dan kebetulan wanita tersebut memiliki teman lama seorang pria, lalu wanita tersebut curhat kepadanya tentang persoalan keluarga, dan curhat tersebut ibarat gayung bersambut bagi si pria, dan si pria memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan perhatian, empati, dan lain sebagainya *ini juga termasuk dlm perbuatan takhbib*.

Ingatlah saudaraku, semua itu adalah pintu syaitan (Ibnul Jauzi menukil nasehat dari Al-Hasan bin Sholeh) yang mengatakan,

إن الشيطان ليفتح للعبد تسعة وتسعين بابا من الخير يريد به بابا من الشر


“Sesungguhnya setan membukakan 99 pintu kebaikan, untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis, hlm. 51).

Misalnya melakukan/menerima cuthat seseorang tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan anda.

Ini salah satu jalan Iblis untuk menggelincirkan seseorang kepada sesuatu yang ternyata sesat yang dikemas awalnya dengan sesuatu yang seolah-olah baik.

Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa. Bahkan dalihnya, antara lain:
- Kan gak ada masalah kalo cuma jadi teman curhat... yang penting gak ada perasaan apa-apa.
- Kita kan niatnya baik, saling mengingatkan dan menasehati. Atau,
- Saya merasa dekat dengan Allah semenjak kenal dia, kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunah, saya menjadi rajin ibadah karena nasehatnya, hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya, semoga dia menjadi pasanganku di surga,
- dan seabreg khayalan kasmaran lainnya.

yang (bisa jadi tanpa disadari pada awalnya) sepertinya sesuatu itu adalah hal yg baik2...

INGAT,!!!..."Itu la cara Iblis menggoda umat manusia... yang seringkali disamarkan dengan sesuatu yang seolah-olah adalah baik".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar